| 1. 1. Identifikasi Risiko |
| 1. Dampak Resiko | Layanan Organisasi | Gangguan API eksternal menyebabkan proses pelayanan pasien menjadi terhambat, antrean pelayanan bertambah, penerbitan dan pencetakan SEP tertunda, serta dokumen yang memerlukan TTE tidak dapat diselesaikan tepat waktu |
| 2. Area Dampak | Dampak Negatif | Berdampak negatif terhadap kelancaran operasional pelayanan, waktu tunggu pasien, ketepatan penyelesaian administrasi, produktivitas petugas, dan kepuasan pasien |
| 3. Level Dampak | 3 - Sedang | Gangguan memengaruhi beberapa proses pelayanan dan unit kerja serta menyebabkan keterlambatan pelayanan. Namun, pelayanan masih dapat dilanjutkan melalui prosedur sementara/manual dan diproses kembali setelah API eksternal kembali normal. |
| 4. Kemungkinan Terjadi | 2 - Jarang | Gangguan tidak terjadi secara rutin dan umumnya muncul ketika terdapat pemeliharaan, gangguan jaringan, timeout, atau kendala layanan pada sistem pihak eksternal |
| 5. Kategori Risiko | Data & Informasi | Ketergantungan SIMRS terhadap API pihak eksternal |
| 1. 2. Analisis Risiko |
| 1. Penetapan level risiko | Sudah dianalisis | Berdasarkan nilai kemungkinan 2 (Jarang) dan dampak 3 (Sedang), diperoleh skor risiko 6. Risiko dikategorikan sebagai risiko tingkat sedang dan memerlukan pengendalian melalui pemantauan API, pencatatan log kesalahan, prosedur layanan manual, serta koordinasi dengan pihak BPJS dan penyedia TTE. |
| 2. Prioritas penanganan | Sudah dianalisis | Penanganan ditetapkan sebagai prioritas sedang. Tindakan yang dilakukan meliputi pemantauan koneksi API, penerapan mekanisme retry, penyediaan prosedur layanan sementara/manual, pelaporan dan eskalasi kepada pihak eksternal, serta pemrosesan ulang data dan dokumen setelah layanan API kembali normal. |
| 3. Analisis probabilitas kejadian | Sudah dianalisis | Berdasarkan riwayat gangguan, kejadian tidak berlangsung rutin sehingga kemungkinan terjadinya dinilai 2 (Jarang). Bukti berupa tangkapan layar kesalahan, log API, dan laporan gangguan |
| 4. Analisis dampak terhadap layanan | Sudah dianalisis | Tingkat dampak dinilai 3 (Sedang) karena pelayanan masih dapat dilanjutkan menggunakan prosedur sementara/manual |
| 1. 3. Mitigasi Risiko |
| 1. Terdapat rencana mitigasi | Mitigasi berjalan | Telah tersedia rencana mitigasi berupa pemantauan koneksi API BPJS dan layanan TTE, pencatatan log kesalahan, mekanisme retry, serta prosedur pelayanan sementara/manual. Transaksi yang tertunda akan diproses kembali setelah layanan API normal. |
| 2. Ada PIC setiap risiko | Mitigasi berjalan | PIC penanganan risiko adalah Tim TI/SIMRS atau IT Support rumah sakit. PIC bertanggung jawab melakukan pengecekan, mendokumentasikan gangguan, berkoordinasi dengan unit pelayanan, serta melakukan eskalasi kepada BPJS atau penyedia TTE. |
| 3. Ada target penyelesaian | Mitigasi berjalan | Gangguan dari pihak eksternal segera dieskalasikan, sedangkan input data pasien, pencetakan SEP, dan dokumen TTE yang tertunda diproses kembali maksimal 1 × 24 jam setelah layanan kembali normal. |
| 4. Monitoring pelaksanaan mitigasi | Mitigasi berjalan | Pelaksanaan mitigasi dipantau melalui status koneksi API, log aplikasi, jumlah transaksi gagal, durasi gangguan, tiket laporan, dan dampaknya terhadap pelayanan. Hasil pemantauan didokumentasikan dan dievaluasi sebagai bahan perbaikan sistem serta prosedur penanganan gangguan |
| 1. 4. Monitoring Risiko |
| 1. Review risiko minimal 1 kali per tahun | Sudah dianalisis | Risiko gangguan API BPJS dan layanan TTE ditinjau minimal satu kali dalam setahun serta setiap terjadi gangguan atau perubahan layanan. Peninjauan meliputi frekuensi kejadian, dampak terhadap pelayanan, efektivitas mitigasi, dan kebutuhan perbaikan. Bukti berupa log API, tangkapan layar |
| 2. Dashboard monitoring risiko | Sudah dianalisis | Bukti berupa log API |
| 3. Laporan kepada pimpinan | Belum ada manajemen risiko | |