| 1. 1. Identifikasi Risiko |
| 1. Kategori Risiko | Aplikasi | Medifirst 2000 merupakan aplikasi manajemen rumah sakit yang mendukung proses pelayanan pasien. Risiko yang diidentifikasi berkaitan dengan ketersediaan, fungsi, dan operasional aplikasi. |
| 2. Dampak Resiko | Layanan Organisasi | Gangguan pada aplikasi Medifirst 2000 dapat berdampak terhadap proses pelayanan pasien dan operasional unit pelayanan rumah sakit. |
| 3. Area Dampak | Dampak Negatif | Gangguan aplikasi dapat menyebabkan hambatan dalam proses pelayanan dan pengelolaan informasi operasional rumah sakit. |
| 4. Level Dampak | 5 - Sangat Tinggi | Medifirst 2000 digunakan dalam operasional pelayanan pasien sehingga gangguan layanan dapat berdampak signifikan terhadap proses pelayanan rumah sakit. |
| 5. Kemungkinan Terjadi | 2 - Jarang | Gangguan aplikasi relatif jarang terjadi karena terdapat dukungan vendor, pemeliharaan aplikasi, dan backup database secara berkala. |
| 1. 2. Analisis Risiko |
| 1. Analisis probabilitas kejadian | Sudah dianalisis | Risiko gangguan aplikasi telah dipertimbangkan berdasarkan pengalaman operasional penggunaan SIMRS dan koordinasi penanganan dengan vendor. |
| 2. Analisis dampak terhadap layanan | Sudah dianalisis | Dampak gangguan aplikasi terhadap pelayanan pasien telah diketahui karena aplikasi menjadi pendukung utama operasional rumah sakit. |
| 3. Penetapan level risiko | Sudah dianalisis | Penentuan tingkat risiko mempertimbangkan dampak gangguan terhadap keberlangsungan pelayanan dan ketergantungan unit kerja terhadap aplikasi. |
| 4. Prioritas penanganan | Mitigasi berjalan | Gangguan pada Medifirst 2000 menjadi prioritas penanganan melalui koordinasi Instalasi IT dengan vendor sesuai kebutuhan layanan. |
| 1. 3. Mitigasi Risiko |
| 1. Terdapat rencana mitigasi | Mitigasi berjalan | Mitigasi dilakukan melalui backup database harian, pemeliharaan aplikasi oleh vendor, dan dukungan layanan berdasarkan SLA kerja sama. |
| 2. Ada PIC setiap risiko | Mitigasi berjalan | Pengelolaan risiko melibatkan Instalasi IT sebagai pengelola internal dan vendor sebagai pihak pendukung aplikasi. |
| 3. Ada target penyelesaian | Sudah dianalisis | Target penyelesaian gangguan mengacu pada SLA yang tercantum dalam MOU dengan vendor. |
| 4. Monitoring pelaksanaan mitigasi | Mitigasi berjalan | Monitoring dilakukan melalui koordinasi Instalasi IT dan vendor menggunakan grup komunikasi serta tindak lanjut permasalahan layanan. |
| 1. 4. Monitoring Risiko |
| 1. Review risiko minimal 1 kali per tahun | Identifikasi dilakukan | Evaluasi risiko dilakukan melalui evaluasi operasional aplikasi, namun review risiko tahunan secara formal belum terdokumentasi. |
| 2. Dashboard monitoring risiko | Belum ada manajemen risiko | |
| 3. Laporan kepada pimpinan | Identifikasi dilakukan | Laporan terkait gangguan layanan dan permasalahan aplikasi dapat disampaikan melalui koordinasi internal, namun laporan risiko formal berkala belum diketahui tersedia. |