| 1. 1. Identifikasi Risiko |
| 1. Kategori Risiko | Infrastruktur | Terjadi pemadaman listrik yang berpotensi mengganggu operasional infrastruktur TIK, termasuk server, jaringan, dan perangkat pendukung lainnya. |
| 2. Dampak Resiko | Operasional & Aset TIK | Server dan layanan aplikasi tidak dapat beroperasi selama terjadi pemadaman listrik sehingga mengakibatkan layanan kepada pengguna terganggu serta berpotensi menyebabkan kehilangan data apabila proses penyimpanan belum selesai. |
| 3. Area Dampak | Dampak Negatif | Gangguan terhadap ketersediaan layanan aplikasi, akses data, serta produktivitas pengguna yang bergantung pada sistem informasi. |
| 4. Level Dampak | 5 - Sangat Tinggi | Dampak dinilai sangat tinggi karena seluruh layanan yang berjalan pada server dapat berhenti, menghambat proses bisnis, dan berpotensi menyebabkan downtime yang memengaruhi banyak pengguna. |
| 5. Kemungkinan Terjadi | 2 - Jarang | Pemadaman listrik jarang terjadi, namun tetap memiliki potensi sewaktu-waktu akibat gangguan jaringan listrik atau pekerjaan pemeliharaan dari penyedia listrik. |
| 1. 2. Analisis Risiko |
| 1. Analisis probabilitas kejadian | Identifikasi dilakukan | Risiko pemadaman listrik memiliki kemungkinan terjadi yang relatif rendah, namun tetap berpotensi terjadi akibat gangguan jaringan listrik, cuaca ekstrem, atau pemeliharaan dari penyedia listrik. Berdasarkan kejadian sebelumnya, insiden ini tergolong jarang terjadi. |
| 2. Penetapan level risiko | Identifikasi dilakukan | Berdasarkan hasil analisis, risiko ditetapkan pada kategori Tinggi karena memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan layanan TIK meskipun probabilitas kejadiannya relatif rendah. |
| 3. Analisis dampak terhadap layanan | Identifikasi dilakukan | |
| 4. Prioritas penanganan | Identifikasi dilakukan | |
| 1. 3. Mitigasi Risiko |
| 1. Terdapat rencana mitigasi | Identifikasi dilakukan | Menyediakan UPS sebagai sumber daya cadangan, menyiapkan genset apabila diperlukan, melakukan backup data secara berkala, serta menyusun prosedur pemulihan layanan (Disaster Recovery Plan) agar operasional dapat segera dipulihkan saat terjadi pemadaman listrik |
| 2. Ada PIC setiap risiko | Identifikasi dilakukan | Penanggung jawab mitigasi adalah Tim Pengelola TIK/Administrator Server yang bertugas melakukan pemantauan infrastruktur, memastikan perangkat cadangan berfungsi dengan baik, serta melakukan pemulihan layanan apabila terjadi gangguan. |
| 3. Ada target penyelesaian | Identifikasi dilakukan | Target penanganan adalah memulihkan layanan aplikasi secepat mungkin setelah listrik kembali normal, dengan waktu pemulihan (Recovery Time Objective/RTO) maksimal 1 jam serta memastikan seluruh data tetap aman dan layanan kembali berjalan normal. |
| 4. Monitoring pelaksanaan mitigasi | Identifikasi dilakukan | Monitoring dilakukan secara berkala terhadap kondisi UPS, server, dan perangkat jaringan, termasuk pengujian backup data, pemeriksaan log sistem, serta evaluasi kesiapan prosedur pemulihan untuk memastikan mitigasi berjalan efektif. |
| 1. 4. Monitoring Risiko |
| 1. Review risiko minimal 1 kali per tahun | Monitoring dan perbaikan berkelanjutan | Review risiko dilakukan secara berkala minimal satu kali dalam setahun untuk mengevaluasi efektivitas mitigasi yang telah diterapkan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan dan pembaruan manajemen risiko agar tetap sesuai dengan kondisi operasional. |
| 2. Dashboard monitoring risiko | Monitoring dan perbaikan berkelanjutan | Dashboard monitoring risiko digunakan untuk memantau kondisi risiko, status mitigasi, tindak lanjut, serta perkembangan penanganan secara berkala sehingga memudahkan pengambilan keputusan dan evaluasi terhadap risiko yang ada. |
| 3. Laporan kepada pimpinan | Identifikasi dilakukan | sudah di laporkan kepada pimpinan |